Tampilkan postingan dengan label Okky Madasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Okky Madasari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2016

Cinta Dan Keterasingan Dalam Novel Maryam

Pada suatu hari, ketika Okky Madasari menyambangi Kafe Pustaka dalam rangka diskusi novel terbarunya yang berjudul “Kerumunan Terakhir”, Prof Djoko Saryono berkata : Jika ada novel pembangun jiwa, maka novel-novel karya Okky Madasari adalah novel pengobrak-abrik jiwa. Saya turut mengamini ucapan Prof Djoko Saryono tersebut. Bagi saya, Okky Madasari selalu memilih topik-topik yang berani dalam novel-novelnya. Okky selalu menulis tentang topik-topik tidak biasa dengan bahasa yang lugas, langsung kepada inti masalah, tanpa mendayu-dayu, dan tanpa pengantar yang dibuat berlebihan.

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/cinta-dan-keterasingan-dalam-novel-maryam/ 


Tulisan ini dimuat di gubuktulis.com tanggal 08 Juni 2016 ( klik disini )

Selasa, 07 Juni 2016

Membangun Dan Mengguncang Jiwa Melalui Novel


Pada suatu hari, ketika Okky Madasari menyambangi Kafe Pustaka dalam rangka diskusi dan promo novel terbaru "Kerumunan Terakhir", Prof Djoko Saryono berkata : Jika ada novel pembangun jiwa, maka novel-novel karya Okky Madasari adalah novel pengobrak-abrik jiwa. Saya turut mengamini. Kebetulan minggu kemarin saya baru saja membaca novel Ayat-ayat Cinta 2 dan Maryam. Novel AAC 2 saya dapatkan sebagai kado pernikahan dari seorang dosen di Fakultas Syariah yang sudah saya anggap sebagai seorang ibu. Sedangkan novel Maryam sengaja saya beli di stand buku ketika Okky Madasari sedang mengisi acara di Kafe Pustaka.

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/membangun-dan-mengguncang-jiwa-melalui-novel/