Selasa, 24 Januari 2017
Selasa, 15 November 2016
Tentang Semarang dan Kenangan di antara Bangunan-Bangunan Tua
: Catatan Perjalanan Berdua (1)
Adegan drama pada hari minggu
adalah perpisahan di stasiun kereta. Biasanya, dia menunggu kereta
benar-benar berangkat di balik pintu berpagar besi di dekat loket masuk.
Sementara telepon tidak lepas dari telinga kami. Lalu kami melambaikan
tangan dan saling mengucapkan selamat tinggal.
Selasa, 01 November 2016
Buku dan Bagaimana Cara Kita Mencintainya
Suatu hari, saya bertengkar dengan adik perempuan saya. Saya mengkritik
gaya hidup dia. Lha wong uang jajan masih minta orang tua, tapi sudah
membeli baju dan sepatu bermerk yang menghabiskan lebih dari separuh
uang jajannya. Seketika itu dia langsung membalas kritikan dengan
berkata, " lha sama saja to dengan sampeyan, beli buku terus sampai rak
buku di rumah penuh sama buku-buku sampeyan."
Senin, 24 Oktober 2016
Lelaki Tua dan Keberuntungan-Keberuntungan yang Sukar Dipercaya
Terkadang tidak memilih menjadi pilihan terbaik. Inilah kalimat yang
bisa menyimpulkan keseluruhan isi buku "The 100-Year-Old Man Who
Climbed Out of The Window And Disappeared". Diterjemahkan dan
diterbitkan oleh Bentang, awalnya saya hanya sanggup menyelesaikan
seperempat bagian awal buku ini lalu meletakkan buku ini di antara
buku-buku yang lainnya. Tapi judul yang cukup panjang ini membuat saya
penasaran dan akhirnya memutuskan membaca buku ini sampai akhir.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/lelaki-tua-dan-keberuntungan-keberuntungan-yang-sukar-dipercaya/
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/lelaki-tua-dan-keberuntungan-keberuntungan-yang-sukar-dipercaya/
Selasa, 13 September 2016
Tombo Coffee, seduhan biji kopi dari Pantura Jawa
Tak banyak yang mengenal Batang kecuali bagi mereka yang terbiasa
melalui jalur pantura. Jika saya berkata suami saya tinggal di Batang,
kebanyakan orang-orang akan mengira saya menyebutkan kata Batam. Atau
jika saya berkata Batang Jawa Tengah. Mereka akan berpikir sebentar
sambil menduga-duga dimana lokasinya. Kebanyakan mereka baru paham
setelah saya menjelaskan jika Batang bersebelahan dengan Kota Pekalongan
yang terkenal karena batiknya.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/tombo-coffee-seduhan-biji-kopi-dari-pantura-jawa/
Catatan :
Tulisan ini juga dimuat di web KataWanita.net : katawanita
http://katawanita.net/cerita/tombo-coffee-seduhan-biji-kopi-pantura-jawa
Kisah-Kisah Sedih dalam Perempuan Pala & Serumpun Kisah Lain dari Negeri Bau dan Bunyi
Saya membeli buku ini setelah membaca judulnya : Perempuan Pala &
Serumpun Kisah Lain dari Negeri Bau dan Bunyi. Tentu saja saya tidak
mengenal Azhari, penulis buku ini. Karena saat Azhari sedang produktif
menulis cerpen yang dimuat di koran-koran nasional dalam rentang waktu
2001-2005, saat itu saya hanya membaca majalah Annida dan novel-novel
teenlit semacam Fairish & Eiffel I'm In love.
Selanjutnya, baca tulisan ini di blog baruku : http://ranselperi.com/kisah-kisah-sedih-dalam-perempuan-pala-serumpun-kisah-lain-dari-negeri-bau-dan-bunyi/
Selanjutnya, baca tulisan ini di blog baruku : http://ranselperi.com/kisah-kisah-sedih-dalam-perempuan-pala-serumpun-kisah-lain-dari-negeri-bau-dan-bunyi/
Rabu, 03 Agustus 2016
Kita : Tanah Yang Membentang Antara Laut Utara Dan Laut Selatan
Topik tentang relationship saat ini memang masih tetap menarik untuk saya tulis. Karena ini untuk pertama kalinya saya menjalani sebuah hubungan yang dekat dengan seseorang selain ayah, ibu, dan adik perempuan saya. Hubungan dekat, baik secara fisik dan secara emosional yang membuat saya sempat terombang-ambing selama hampir 2 bulan dalam perasaan yang -entahlah ini apa- .
Senin, 25 Juli 2016
Basa-Basi : Pertanyaan Tidak Ilmiah Yang Harus Kita Hadapi Setiap Hari.
Alhamdulillah. Lebaran telah usai. Dan saya telah melewati pertanyaan wajib tahun ini “Sudah hamil apa belum?”. Ya. Sebagai pasangan muda yang baru menikah pada akhir tahun 2015 lalu, sudah bisa diduga pertanyaan basa-basi ini akan muncul. Sama seperti ketika lebaran tahun lalu saya menghadapi pertanyaan “Kapan nikah ?”. Atau sama seperti lebaran dua tahun lalu ketika saya menghadapi pertanyaan “Kapan lulus S2?”. Pertanyaan itu akan terus muncul tanpa ada habisnya. Berkembang biak dengan membelah diri menjadi jutaan pertanyaan turunan yang tetap bernada basi : kapan hamil lagi, kapan punya rumah sendiri, kapan anak kita masuk sekolah, kapan anak kita menikah. Bla bla bla. Bla bla bla. Bla bla bla.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/basa-basi-pertanyaan-tidak-ilmiah-yang-harus-kita-hadapi-setiap-hari/
Jumat, 01 Juli 2016
Selamat Ulang Tahun, Ria !
Kami memiliki cara berkomunikasi yang agak aneh. Terbiasa menjalani
hubungan jarak jauh selama bertahun-tahun membuat kami jarang
berkomunikasi kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Jangan harap
ada kata-kata "sudah makan atau belum", bahkan kami pernah tidak saling
menyapa selama satu minggu. Karena lupa adalah alasan pertama. Tidak
terbiasa adalah alasan berikutnya. Tidak punya pulsa adalah alasan klise
yang ketiga.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/indah-pada-waktunya-benarkah-part-5/
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/indah-pada-waktunya-benarkah-part-5/
Saat kau kecil, apa yang kau tunggu ketika libur sekolah tiba?
Kereta api dan deretan kios majalah bekas di dekat stasiun Blitar.
Itu yang selalu kutunggu. Masa kecilku yang tinggal madura dan jauh dari
keluarga besar ibu di Blitar, membuatku selalu menunggu masa libur
sekolah. Perjalanan akan dimulai dengan berdesak-desakan dalam mobil
angkutan umum dari desa Banyuates menuju pelabuhan Kamal. Satu mobil
bisa diisi sekitar 20 orang. Perjalanan berganti dengan naik kapal ferry
menyeberangi selat madura. Aku sangat suka melihat laut dari atas
kapal.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/saat-kau-kecil-apa-yang-kau-tunggu-ketika-libur-sekolah-tiba/
Rabu, 29 Juni 2016
Berita Dari Kurawan
: memandang lebih dekat kehidupan wartawan
Rabu, 22 Juni 2016
Memungut Kenangan-Kenangan Yang Terserak Dalam Hujan Dan Senja Tanah Rantau
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/memungut-kenangan-kenangan-yang-terserak-dalam-hujan-dan-senja-tanah-rantau/
Kamis, 09 Juni 2016
Cinta Dan Keterasingan Dalam Novel Maryam
Pada suatu hari, ketika Okky Madasari menyambangi Kafe Pustaka dalam
rangka diskusi novel terbarunya yang berjudul “Kerumunan Terakhir”, Prof
Djoko Saryono berkata : Jika ada novel pembangun jiwa, maka novel-novel
karya Okky Madasari adalah novel pengobrak-abrik jiwa. Saya turut
mengamini ucapan Prof Djoko Saryono tersebut. Bagi saya, Okky Madasari
selalu memilih topik-topik yang berani dalam novel-novelnya. Okky selalu
menulis tentang topik-topik tidak biasa dengan bahasa yang lugas,
langsung kepada inti masalah, tanpa mendayu-dayu, dan tanpa pengantar
yang dibuat berlebihan.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/cinta-dan-keterasingan-dalam-novel-maryam/
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/cinta-dan-keterasingan-dalam-novel-maryam/
Tulisan ini dimuat di gubuktulis.com tanggal 08 Juni 2016 ( klik disini )
Selasa, 07 Juni 2016
Membangun Dan Mengguncang Jiwa Melalui Novel
Pada
suatu hari, ketika Okky Madasari menyambangi Kafe Pustaka dalam rangka
diskusi dan promo novel terbaru "Kerumunan Terakhir", Prof Djoko Saryono
berkata : Jika ada novel pembangun jiwa, maka novel-novel karya Okky
Madasari adalah novel pengobrak-abrik jiwa. Saya turut mengamini.
Kebetulan minggu kemarin saya baru saja membaca novel Ayat-ayat Cinta 2
dan Maryam. Novel AAC 2 saya dapatkan sebagai kado pernikahan dari
seorang dosen di Fakultas Syariah yang sudah saya anggap sebagai seorang
ibu. Sedangkan novel Maryam sengaja saya beli di stand buku ketika Okky
Madasari sedang mengisi acara di Kafe Pustaka.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/membangun-dan-mengguncang-jiwa-melalui-novel/
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/membangun-dan-mengguncang-jiwa-melalui-novel/
Senin, 21 Maret 2016
# NgajiLiterasi (Ngalit) 1
Bincang buku kumpulan cerpen
"Aku Mengenalnya dalam Diam" karya Ria AS
(Dream Litera, Malang: 2015)
Pengulas:
Misbahus Surur
M Rosyid Husnul Waro'i
Moderator: Nurvianti Siti
Waktu: Rabu, 17 Februari 2016
Pukul: 14.00 - 16.30
Tempat: Perpustakaan pusat UIN Maliki Malang (Lt. 1)
Kerjasama pegiat sastra dan buku UIN Malang, Gusdurian Malang dengan perpustakaan UIN Malang.
Narahubung : 081333319044 (Ria AS)
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/bincang-buku-aku-mengenalnya-dalam-diam-karya-ria-as/
Misbahus Surur
M Rosyid Husnul Waro'i
Moderator: Nurvianti Siti
Waktu: Rabu, 17 Februari 2016
Pukul: 14.00 - 16.30
Tempat: Perpustakaan pusat UIN Maliki Malang (Lt. 1)
Kerjasama pegiat sastra dan buku UIN Malang, Gusdurian Malang dengan perpustakaan UIN Malang.
Narahubung : 081333319044 (Ria AS)
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/bincang-buku-aku-mengenalnya-dalam-diam-karya-ria-as/
Selasa, 02 Februari 2016
Surat Dari Praha
: tentang sebuah surat yang menjadi sengketa
Kali ini saya akan mencoba membahas satu judul buku dan satu judul film yang sama : Surat Dari Praha. Kebetulan saya sudah membaca versi bukunya pada sekitar tahun 2012-2013 dan menonton versi filmnya di hari kamis (28 Januari 2016) kemarin.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/surat-dari-praha/
Kali ini saya akan mencoba membahas satu judul buku dan satu judul film yang sama : Surat Dari Praha. Kebetulan saya sudah membaca versi bukunya pada sekitar tahun 2012-2013 dan menonton versi filmnya di hari kamis (28 Januari 2016) kemarin.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/surat-dari-praha/
Rabu, 27 Januari 2016
Indah pada waktunya, benarkah?
: catatan bagian pertama
Aduh. Awalnya saya cuma ingin mengundang teman-teman dekat saya lewat inbox di facebook. Tapi karena Nur Fitriana
telah membuat status panjang yang membuat saya terharu sekaligus
tercemar di dunia maya (istilah apa ini?), maka saya akan mengkonfirmasi
sekaligus memohon doa restu karena sampai H-17 ini undangannya belum
tercetak. Saya dan Miqdam berencana menikah pada tanggal 26 Desember
2015. Monggo kalau berkenan rawuh. Saya akan senang sekali. Berbahagia
dikelilingi orang-orang yang saya kenal di hari itu. Tapi mohon
konfirmasi terlebih dahulu karena saya khawatir anda kehabisan makanan.
Hehehehe.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/indah-pada-waktunya-benarkah-part-1/
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/indah-pada-waktunya-benarkah-part-1/
Rabu, 04 November 2015
Ubud, sekali lagi. Selagi Kembali.
: Catatan hari pertama
Ibaratnya seperti ini. Separuh hati saya tertanam pada lapisan tanah
di kota malang. Seperempat sisanya tertinggal di jogja. Seperempat
terakhir tersesat di ubud. Maka meskipun di awal tahun saya sudah pergi
ke ubud, kali ini saya nekat datang lagi ke ubud untuk ikut UWRF 2015.
Apalagi setelah saya mendapat kepastian menumpang fasilitas penginapan
gratis untuk Ratih yang diundang setelah lolos seleksi emerging writers.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku :
Part 1 : http://ranselperi.com/ubud-sekali-lagi-selagi-kembali-part-1/
Part 2 : http://ranselperi.com/ubud-sekali-lagi-selagi-kembali-part-2/
Part 3 : http://ranselperi.com/ubud-sekali-lagi-selagi-kembali-part-3/
Part 4 : http://ranselperi.com/ubud-sekali-lagi-selagi-kembali-part-4/
Selasa, 06 Oktober 2015
Writing A Short Story
On 22th May 2015, I joined a workshop for the short stories
writing which was held by Kompas Newspaper at Bentara Budaya Bali Denpasar.
This event was held for celebrate the 50th Kompas Newspaper in 5
Cities such as Jakarta, Bandung, Denpasar, Makassar and Padang Panjang. This
event attended by authors from East Java, Bali, NTB, and NTT. The committee
said as many as 104 authors submitting short stories to be selected by the
organizing committee and finally selected 40 authors. I never expected to be
among the great ones.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/writing-a-short-story/
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/writing-a-short-story/
Senin, 14 September 2015
Menikmati Jogja Dari Dalam Jendela
Entah ini perjalanan keberapa. Tapi saya memang selalu suka naik
kereta. Berawal dari tiket promo menyambut ultah PT KAI, akhirnya saya
bergabung dengan 2 teman dari KBMR untuk pergi ke jogja. Kami berpisah
di depan stasiun tugu. Mereka berdua pergi ke pantai sementara saya
memilih nyantai di sekitaran jogja saja.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/menikmati-jogja-dari-dalam-jendela/
Langganan:
Postingan (Atom)



