Rabu, 17 Juni 2015

Semacam Obsesi Pada Narsisme Dan Eksotisme




Sesuatu yang berbeda memang begitu menggoda. Tapi kali ini saya tidak ingin tergoda. Sebagai salah satu dari umat islam di Indonesia yang kadang memiliki ego kelompok mayoritas, kadang saya menganggap candi borobudur sebagai sebuah obyek wisata dan melupakan bahwa candi ini adalah candi terbesar yang menjadi jujugan umat budha dari berbagai penjuru dunia untuk beribadah. 

Saya berkesempatan untuk mengunjungi Borobudur untuk ketiga kalinya bertepatan dengan perayaan Wasiak tanggal 2 Juni 2015 ini. Sebelumnya, dengan ketidaktahuan dan kebodohan saya, saya datang ke candi Borobudur pada bulan Februari 2015 dan bergaya narsis di candi tanpa menyadari bahwa saya telah melukai umat budha dengan berfoto di atas stupa dan mengganggap diri saya sebagai sebuah obyek foto yang cakep. Tapi setelah saya baca informasi dari fanspage Walubi di facebook, saya jadi tahu kalau apa yang saya lakukan ini adalah salah, karena umat budha justru duduk bersimpuh di bawah stupa ini. Maafkan saya ya. Saya sudah berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
Jangan berfoto sambil duduk atau berdiri di atas stupa seperti ini ya, teman !
Perayaan waisak di Candi Borobudur pada tahun 2014 lalu memang sempat membuat heboh media sosial. Hal ini disebabkan sikap para pengunjung yang berniat untuk menyaksikan perayaan Waisak tapi tidak menghormati perayaan itu sendiri. Banyak pengunjung justru asyik mencari obyek foto yang 'eksotis' dengan memotret pada biksu yang khusuk sembahyang. Banyak juga pengunjung yang menjejali tenda yang seharusnya diperuntukkan bagi umat budha yang sedang melaksanakan upacara.

Biru Magenta : Sebuah Percakapan Melankolis Dalam Satu Buku Puisi


Saat pertama kali saya disodori buku ini, seketika saya jatuh cinta. Pada Judulnya yang merupakan warna kesukaan saya : Biru dan Magenta. Juga pada covernya yang didominasi warna hitam. Maka saya tidak sabar untuk membaca lembar demi lembar puisi di dalam buku ini.

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/biru-magenta-sebuah-percakapan-melankolis-dalam-satu-buku-puisi/ 

Minggu, 31 Mei 2015

Laut dan Pilihan-Pilihan Kita


          Pagi tanpa matahari adalah pagi tanpa puisi. Pada pagi tanpa matahari itu kita berjalan menyusuri pantai dalam diam yang mendominasi. Kita menempuh perjalanan selama dua jam untuk mencapai pantai ini. Satu pantai tersembunyi di selatan kota Malang. 
       
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/laut-dan-pilihan-pilihan-kita/

Selasa, 26 Mei 2015

Karena Menulis Adalah Belajar Menemukan Diri


KABAR GEMBIRA ITU DATANG

Sungguh. Aku tidak pernah menyangka akan mendapat kesempatan untuk kembali belajar dunia sastra lagi. Setelah 3 tahun terjebak dalam tesis yang hampir membuatku depresi dan 5 tahun terjebak dalam rutinitas membosankan bernama pekerjaan, hidupku otomatis sudah jauh dari menulis. Tapi semangatku memang tidak pernah surut. Aku tetap menyimpan mimpi-mimpiku untuk jadi penulis. Aku menabung agar bisa menerbitkan buku sendiri, karena tidak pernah yakin tulisanku cukup berkualitas dan ada penerbit yang mau meliriknya. Tabungan pertamaku menghasilkan buku pertamaku pada tahun 2013, kumpulan puisi "Ada Hujan Turun Pelan-Pelan". Tabungan keduaku terpakai untuk mencetak buku keduaku pada tahun 2015 ini, kumpulan cerpen "Aku Mengenalnya Dalam Diam". Buku keduaku terbit dengan perayaan sederhana. Aku mencoba untuk memperkenalkannya pada dunia dan aku tidak menyangka akan mendapat respon hangat dari teman-temanku.

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/karena-menulis-adalah-belajar-menemukan-diri/ 

Senin, 20 April 2015

Stay Healthy While You Travel


Setelah setahun lebih stalking facebook Mbak Vicky Kurniawan sebagai Koordinator Grup Facebook Backpacker Dunia wilayah Malang, akhirnya ada juga kesempatan bisa ikut gathering bulanan komunitas ini. Gathering yang dilakukan di Lantai 2 ChessyBury Kopitiam di Jalan Dr. Sutomo kali ini membahas tentang tips-tips agar sakit selama perjalanan bukan menjadi penghalang atau penyebab schedule jalan-jalan menjadi berantakan. 

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/stay-healthy-while-you-travel/