Senin, 13 April 2015

Tentang buku keduaku "Aku Mengenalnya Dalam Diam"

Malang, 06 April 2015

Senin sore di antara hujan. Akhirnya anak keduaku telah lahir dan siap diperkenalkan pada dunia. Ini adalah buku kedua setelah buku pertama puisiku yang telah terbit tahun 2013 yaitu Ada Hujan Turun Pelan-pelan. Terima kasih untuk mas Kholid Amrullah dan Penerbit Dream Litera yang digawanginya karena telah bersedia membantu proses persalinan buku ini. Terima kasih juga untuk Happy Yugo Prasetya yang bersedia membuat desain covernya.
Buku ini adalah kumpulan cerpen mini (meminjam istilah di dunia musik yaitu album mini) karena bentuknya yang mungil hingga kamu bisa menyimpannya di saku jaket dan juga karena hanya berisi 8 cerpen yang ku tulis dalam rentang waktu tahun 2007-2010. Dua cerpen di buku ini pernah dimuat di koran Malang Post dan Jawa Pos Radar Malang. Tiga cerpen lainnya pernah diterbitkan dalam antologi yang berbeda.
Karena keterbatasan dana, kumcer ini hanya dicetak sebanyak 100 eksemplar. Jika kamu ingin memilikinya, aku bisa memberikan dua pilihan : mengganti biaya produksi sebesar 20.000 rupiah atau bisa barter dengan salah satu buku yang sudah kamu terbitkan.
Silahkan inbox atau tinggalkan komentar dibawah ini ya. Salam manis

Rabu, 04 Maret 2015

Kelud, 28 Februari-01 Maret 2015

Ketika ditawari untuk ikut, spontan aku mengiyakan ajakan geng mahad ke gunung kelud karena aku pernah 'wisata' kesana pada tahun 2007 lalu. Dan ternyata aku tidak sedang berwisata kali ini, aku harus melewati jalur tulungrejo selorejo yang jalurnya sulit untuk seorang pendaki amatir yang hanya punya track record ke puncak gunung panderman.

 Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/mendaki-kelud-28-februari-01-maret-2015/ 



Kamis, 26 Februari 2015

Jogja, 21-22 Februari 2015

Aku lupa kapan terakhir kali bersepeda. Tapi rasanya begitu bahagia.
Kereta yang kami tumpangi sampai di stasiun tugu pada jam 4 pagi. Setelah numpang gosok gigi dan sholat subuh di toilet stasiun, kami melakukan pemanasan dengan berjalan kaki ke Tugu Jogja untuk melihat tugu di kala fajar. Setelah pemanasan cukup, kami kembali ke stasiun Tugu. Di pintu keluar penumpang ada meja penjualan tiket shuttle minibus 11 seat menuju borobudur yang berangkat setiap jam 5, 6, dan 7 pagi. Kami memilih pemberangkatan jam 7 pagi walau minibus yang kami tumpangi berangkat lebih awal pada jam 6.40 pagi. 

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/menghabiskan-akhir-pekan-di-jogja/ 









Laut, dan pilihan-pilihannya





Laut hanya diberi dua pilihan 
: melebur bersama samudera 
atau menerjang karang 
dan membasahi pasir



Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/laut-dan-pilihan-kita/

Senin, 23 Februari 2015

Aku, novel, dan pekerjaan yang bernama memasak

Malang, 25 Januari 2015




Hari minggu yang aneh.
Jumat kemarin aku baru saja menamatkan novel teenlit terjemahan tentang koki remaja keturunan yunani-italia yang memiliki restoran keluarga di Virginia. Sophie, nama remaja perempuan itu, berkeinginan untuk tidak meneruskan restoran keluarganya dan memiliki restoran sendiri. Sophie akhirnya secara sembunyi-sembunyi mengikuti reality show 'Teen Test Kitchen' dan buku ini bercerita tentang kisahnya selama mengikuti reality show yang juga ternyata tidak benar-benar 'reality'.


Selanjutnya bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/aku-novel-dan-aktivitas-yang-bernama-memasak/

Pacitan, Kenangan di antara karang-karang



Perjalanan kali ini bertujuan untuk menyusuri pantai-pantai selatan jawa timur yang berada di daerah pacitan. Pacitan adalah salah satu kabupaten yang berderet di sebelah selatan pulau jawa sehingga sebagian wilayahnya berhubungan langsung dengan pantai-pantai di laut selatan yang lebih dikenal dengan Samudera Hindia. Perjalananku ke pacitan diawali dengan tawaran di facebook dari seorang teman yang mengadakan trip share cost dengan menyewa Minibus/Elf. Kami berjumlah 15 orang yang terdiri dari 9 laki-laki dan 6 perempuan. Dari 6 perempuan, 4 diantaranya adalah pasangan dari 4 laki-laki di trip ini sedangkan 2 sisanya, termasuk aku, masih berstatus jomblo local. Hiks.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/pacitan-kenangan-di-antara-karang/
 



















Dance on the Floor, di kampus 2 UIN malang

Batu, 18 Februari 2015

Ini baru keren. Biasanya peningkatan kompetensi karyawan dilakukan dengan seminar motivasi dan outbond yang (agak) membosankan. Kali ini, UIN malang mecoba hal baru melalui musik, lebih tepatnya, melalui metode Rhythm Of Empowerment (ROE). Metode ROE ini dikembangkan oleh Budi Bagus Prasetyo yang menggunakan analogi-analogi di musik untuk diaplikasikan dalam dunia kerja. Metode ini berusaha untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa melalui kekuatan bunyi dan gerak.

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/rhythm-of-empowerment-roe-di-kampus-2-uin-malang/