Perjalanan kali ini bertujuan
untuk menyusuri pantai-pantai selatan jawa timur yang berada di daerah pacitan.
Pacitan adalah salah satu kabupaten yang berderet di sebelah selatan pulau jawa
sehingga sebagian wilayahnya berhubungan langsung dengan pantai-pantai di laut
selatan yang lebih dikenal dengan Samudera Hindia. Perjalananku ke pacitan
diawali dengan tawaran di facebook dari seorang teman yang mengadakan trip
share cost dengan menyewa Minibus/Elf. Kami berjumlah 15 orang yang terdiri
dari 9 laki-laki dan 6 perempuan. Dari 6 perempuan, 4 diantaranya adalah
pasangan dari 4 laki-laki di trip ini sedangkan 2 sisanya, termasuk aku, masih
berstatus jomblo local. Hiks.
Senin, 23 Februari 2015
Dance on the Floor, di kampus 2 UIN malang
Batu, 18 Februari 2015
Ini baru keren. Biasanya peningkatan kompetensi karyawan dilakukan dengan seminar motivasi dan outbond yang (agak) membosankan. Kali ini, UIN malang mecoba hal baru melalui musik, lebih tepatnya, melalui metode Rhythm Of Empowerment (ROE). Metode ROE ini dikembangkan oleh Budi Bagus Prasetyo yang menggunakan analogi-analogi di musik untuk diaplikasikan dalam dunia kerja. Metode ini berusaha untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa melalui kekuatan bunyi dan gerak.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/rhythm-of-empowerment-roe-di-kampus-2-uin-malang/
Ini baru keren. Biasanya peningkatan kompetensi karyawan dilakukan dengan seminar motivasi dan outbond yang (agak) membosankan. Kali ini, UIN malang mecoba hal baru melalui musik, lebih tepatnya, melalui metode Rhythm Of Empowerment (ROE). Metode ROE ini dikembangkan oleh Budi Bagus Prasetyo yang menggunakan analogi-analogi di musik untuk diaplikasikan dalam dunia kerja. Metode ini berusaha untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa melalui kekuatan bunyi dan gerak.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/rhythm-of-empowerment-roe-di-kampus-2-uin-malang/
Kamis, 19 Februari 2015
Satu Petang di Sebuah Taman Kota
Setelah berulang kali angkot yang kutumpangi melewati Taman Bentoel Trunojoyo di depan stasiun kota Malang, ini untuk pertama kalinya aku menghabiskan sore sepulang kerja di rumah kaca di dalam taman tersebut yang ternyata adalah perpustakaan mungil. Tempat yang cukup menyenangkan untuk menghabiskan waktu meskipun jumlah buku yang disediakan masih sedikit.
Selanjutnya bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/suatu-petang-di-perpustakaan-taman-bentoel-trunojoyo-malang/
Senin, 16 Februari 2015
Langit yang jenuh
Di,
Malam ini tetap seperti biasa. Dia masih tidak
datang pada sunyiku. Dia lupa akan janji untuk menemaniku menjemput kelam. Aku tahu dia
masih disana, ditempat orang menghabiskan waktu bersama larutan-larutan yang
tak pernah ku mengerti itu apa.
Selanjutnya bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/langit-yang-jenuh/
Kata orang, aku penari
Kata orang, aku penari.
Itu kata-kata yang aku ingat ketika
pertama kali mulai membuka mata. Aku penari. Kata itu seakan menjadi mantra
bagiku. Semacam ritual kata yang terus-menerus dihembuskan semenjak aku membuka
mata, mengedipkan mata bahkan sampai menutup mata kembali. Kekuatan magis
muncul dari ritual harianku tanpa disadari, yang membuatku merasa bertanggung
jawab untuk terus menari. Berlaku selayaknya penari berselendang merah menyala
dengan bibir tipis merona yang tertarik ke ujung.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/kata-orang-aku-penari/
Minggu, 18 Januari 2015
Hal-hal yang belum selesai dalam diri saya (Part 2)
Kau bisa menyebut saya pengecut yang bersembunyi dibalik kata realistis. Bahkan kau bisa menyebut saya sebagai oportunis yang terlalu melankolis. Sepertinya saya memang pantas menyandang gelar terlalu realistis yang mendekati oportunis. Saking realistisnya bahkan saya menggadaikan mimpi-mimpi saya, yang salah satunya adalah menjadi penulis.
Jumat, 16 Januari 2015
Memuisikan Tradisi
Berbeda dengan bedah buku sebelumnya yang lebih membahas puisi-puisi yang bertema hujan, bedah buku ada hujan turun pelan-pelan kali ini lebih banyak membahas puisi-puisi saya yang tidak bertema hujan. Buku saya kali ini dibedah berbarengan dengan 5 buku lainnya dalam parade buku-buku sastra yang diselenggarakan oleh Pelangi Sastra Malang pada tanggal 14-15 Januari 2015.
Selanjutnya, bisa dibaca di blog saya : http://ranselperi.com/memuisikan-tradisi/
Langganan:
Postingan (Atom)

























