Senin, 16 Februari 2015

Langit yang jenuh



Di,
Malam ini tetap seperti biasa. Dia masih tidak datang pada sunyiku. Dia lupa akan janji untuk menemaniku menjemput kelam. Aku tahu dia masih disana, ditempat orang menghabiskan waktu bersama larutan-larutan yang tak pernah ku mengerti itu apa.

Selanjutnya bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/langit-yang-jenuh/



Kata orang, aku penari



Kata orang, aku penari.
Itu kata-kata yang aku ingat ketika pertama kali mulai membuka mata. Aku penari. Kata itu seakan menjadi mantra bagiku. Semacam ritual kata yang terus-menerus dihembuskan semenjak aku membuka mata, mengedipkan mata bahkan sampai menutup mata kembali. Kekuatan magis muncul dari ritual harianku tanpa disadari, yang membuatku merasa bertanggung jawab untuk terus menari. Berlaku selayaknya penari berselendang merah menyala dengan bibir tipis merona yang tertarik ke ujung.


Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/kata-orang-aku-penari/

Minggu, 18 Januari 2015

Hal-hal yang belum selesai dalam diri saya (Part 2)

Kau bisa menyebut saya pengecut yang bersembunyi dibalik kata realistis. Bahkan kau bisa menyebut saya sebagai oportunis yang terlalu melankolis. Sepertinya saya memang pantas menyandang gelar terlalu realistis yang mendekati oportunis. Saking realistisnya bahkan saya menggadaikan mimpi-mimpi saya, yang salah satunya adalah menjadi penulis. 

Selanjutnya bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/hal-hal-yang-belum-selesai-dalam-diri-saya-part-2/

Jumat, 16 Januari 2015

Memuisikan Tradisi

Berbeda dengan bedah buku sebelumnya yang lebih membahas puisi-puisi yang bertema hujan, bedah buku ada hujan turun pelan-pelan kali ini lebih banyak membahas puisi-puisi saya yang tidak bertema hujan. Buku saya kali ini dibedah berbarengan dengan 5 buku lainnya dalam parade buku-buku sastra yang diselenggarakan oleh Pelangi Sastra Malang pada tanggal 14-15 Januari 2015.


Selanjutnya, bisa dibaca di blog saya : http://ranselperi.com/memuisikan-tradisi/

Senin, 22 September 2014

Lain Waktu


Lain Waktu.
Ritual sore di Coffee Corner, adalah aku dan satu gelas teh hangat, tidak lagi satu gelas kopi. Dulu aku bersikeras mengatakan bahwa minuman paling hangat adalah kopi. Namun, kau katakan bahwa kopi hanya cocok untuk pembicaraan berat, diantara pikiran-pikiran kalut dan asap rokok orang-orang hebat. Kau katakan juga, pertemuan kita berbeda. Cukup hanya bertanya kabar, hal paling basi dalam pembicaraan antar manusia. Jadi, ketika bertemu kau katakan sebaiknya kita memesan teh hangat. Teh akan membuat suasana hangat untuk dapat berbicara tentang sesuatu yang ringan, begitu argumenmu saat itu.

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/lain-waktu/

Minggu, 15 Juni 2014

tentang kereta api yang berisi kisah kita


http://indonesiasketchers-bandung.blogspot.com


Adakah yang lebih romantis selain kereta api dan stasiun tua di kota kita, sayang ?
Lihatlah mereka
Pintu dan dinding stasiun yang kuno
Peluit petugas stasiun berbunyi nyaring
Nada khas keberangkatan kereta dari speaker stasiun
Orang-orang yang menunggu kereta di samping garis batas

Selanjutnya bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/tentang-kereta-api-yang-berisi-kisah-kita/

Jumat, 13 Juni 2014

Hal-hal yang belum selesai dalam diri saya (part 1)

Apakah anda pernah memutar satu lagu yang sama setiap hari selama beberapa bulan ?
Saya pernah.

Awal tahun 2010 adalah ketika saya mempunyai banyak momen penting dalam hidup saya. Ada dua kabar baik dan satu kabar buruk. Kabar baiknya, saya diterima sebagai pegawai dan mahasiswa di dua perguruan tinggi negeri berbeda di Kota malang. Kabar buruknya, saya patah hati. Lebih spesifik lagi, saya patah hati tingkat tinggi.

Selanjutnya, bisa dibaca di blog baruku : http://ranselperi.com/hal-hal-yang-belum-selesai-dalam-diri-saya-part-1/